Keindahan Pulau Mursala Hingga Simpang Siur Penduduk Suku Dalam

mursla

mursala 1

Pulau Mursala, sukses besar film King Kong pada 2015, tidak serta merta membuat Pulau Mursala kebanjiran pendatang atau pengunjung, minimal jadi terkenal. Nama Indonesia terangkat di kancah perfilman dunia. Pulau Mursala jadi latar film garapan Peter Jackson. Dalam film, pulau ini disebut sebagai Pulau Tengkorak alias Skull Island. Mungkin karena tidak dikenalkan dengan nama dan lokasi sebenarnya, banyak yang asing dengan Mursala.

Pulau Mursala merupakan pulau terbesar yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Tengah, terletak di sebelah barat daya kota Sibolga dan masuk dalam wilayah Kecamatan Tapian Nauli.

Pulau ini berada di antara Pulau Sumatera dan Pulau Nias. Luas Pulau Mursala sendiri menjadi satu-satunya pulau raksasa yang luas sendiri pun mencapai 8.000 ha.

Tapi, jangan harap anda bisa melihat hamparan pasir nan luas, pemukiman penduduk hingga aktifitas kehidupan manusia di pulau tersebut. Pasalnya, walaupun paling luas diantara pulau lainnya, pulau Mursala merupakan pulau dengan benteng tinggi berupa tebing dan bebatuan granit di tiap sudut pulau.

Pepohonon rimbun pun tumbuh hingga ke atas bukit-bukit tinggi di tanah pulau Mursala, sehingga tidak tampak celah kehidupan manusia didalamnya.

Hanya simpang siur adanya masyarakat suku dalam yang berada di dalam pulau dan tidak pernah keluar atau menampakkan diri.

Menurut Aman, awak kapal, ada yang bilang di dalam pulau ada suku dalam yang tidak pernah keluar dari pulau.

Tapi, seringnya kami ketemu dengan para pelaku illegal logging di dalam. Kalau lagi bawa wisatawan ke dalam pulau untuk lihat hutan mangrove di dalam, dan alam batu granit pulau Mursala, biasanya sampai pinggiran pulau aja. Karena pelaku illegal logging bisa panik lihat ada yang datang dan bisa asal menembak, takutnya mereka fikir ada polisi atau penyusup, katanya.

Jadi, bagi wisatawan pendatang, jangan nekat menjelajah ke dalam pulau tanpa sepengetahuan penduduk sekitar pulau, apalagi tidak membawa pemandu dari kalangan tokoh sekitar. Kalau urgent sekali ini meneliti atau jelajah alam, sebaiknya didiskusikan dengan penduduk sekitar pulau, atau hanya sampai pinggiran pulau saja.

Bagi wisatawan yang bisa berenang, sangat direkomendasikan untuk menyelam atau snorkeling. Pasalnya terumbu karang di dasar laut juga tidak kalah, seperti yang dimiliki Pulau tetangga, seperti Pulau Badalu atau Kalimantung.

Bedanya, terumbu karang di pulau Badalu dan Kalimantung bahkan sudah terlihat dari permukaan air dan bisa dilihat di pinggiran pulauyang kedalamannya hanya tidak sampai 1 meter, berbeda dengan Pulau Mursala, yang terumbu karangnya berada di area kedalaman air yang dalam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s